Pemeriksaaan Pompa Hydrant

Pompa Hydrant4 300x225 - Pemeriksaaan Pompa Hydrant

Pompa Hydrant kami terbaik dan berkualitas

Pompa Hydrant

Sistem fire pompa hydrant perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala, tes dan survei untuk membuktikan bahwa sistem pompa hydrant dapat bekerja dengan baik. Sistem hydrant harus diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan bahwa alat-alat serta komponen pendukung lainnya dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk memenuhi tujuan utamanya yaitu keselamatan dalam memadamkan kebakaran.

Pemeriksaan Pompa Hydrant

Adapun hal-hal yang harus dilakukan pemeriksaan meliputi :
1. Tempat Penyimpanan Air
2. Pump Set
3. Pipa dan Valve
4. Hydrant Valve dan Coupling
5. Fire Hose dan Nozzle

Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka seluruh kriteria diatas harus dilakukan pengecekan secara rutin dan berkelanjutan agar sewaktu-waktu ditemukan keanehan atau kerusakan dapat segera ditanggulangi agar sistem hydrant dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ketika terjadinya ancaman bahaya kebakaran. Tempat penyimpanan air harus selalu dipastikan penuh dan bersih, pompa harus hidup secara otamatis dengan Tahapan pertama Jockey Pump kemudian Pompa Hydrant Utama (Electrical Pump) serta Pompa Cadangan (Diesel Pump) apabila tidak adanya arus listrik.
Jaringan Pipa dan Valve tidak boleh terdapat kebocoran, Hydrant Valve dan Coupling berfungsi dengan baik serta selang pemancar dan Nozzle harus ada dalam Box agar sistem hydrant selalu siap digunakan kapan saja dibutuhkan.

untuk lebih jelasnya hubungi kami 085814068688 / 081328059146

Pompa Hydrant2 300x225 - Pemeriksaaan Pompa Hydrant

Pompa Hydrant kami terbaik dan berkualitas

Tautan

Pompa Hydrant

pompa hydrant merupakan pompa yang memiliki fungsi sebagai backup atau menggantikan kerja pompa hydrant electric saat pemadaman listrik terjadi di area kebakaran sebagai pendorong air yang berasal dari reservoir ke jaringan hydrant. Saat listrik menyala, Pompa ini menstabilkan tegangan dalam jaringan instalasi fire hydrant atau fire sprinkle yang turun seiring dengan keluarnya air dari output jaringan fire hydrant seperti hydrant pillar yang berada di luar gedung maupun hydrant box yang ada di dalam gedung.

Pompa Hydrant Diesel  dan equipment lainnya dalam fire hydrant dirancang agar dapat menyala dan berfungsi dengan baik setidaknya selama lebih dari 45 menit dan memiliki pasokan air pada tandon paling tidak 2400 liter/menit untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi sebelum petugas pemadam kebakaran daerah tersebut datang ke lokasi.

Pompa ini biasanya terdiri dari , diesel hydrant , electric hydrant dan jockey pump . sistem pada panel pompa hydrant tersebut biasanya menggunakan 2 standar yaitu standar DPK DKI ( Dinas Pemadam Kebakaran Daerah Khusus Ibukota) dan standar NFPA 20 (Lembaga Independen untuk fire hydrant di AS).

Perbedaan diantara 2 standar tersebut adalah pada kemudahan pada saat terjadi kebakaran. Pada sistem NFPA 20 dilengkapi dengan EMERGENCY START pada control panel electric hydrantnya, apabila terjadi kebakarandan pada saat itu sistem panel sudah tidak berjalan tetapi masih ada arus pada jaringan maka pompa akan tetap dioperasikan, lain halnya dengan standar DPK DKI pompa hydrant sudah tidak akan bisa berjalan lagi karena emergency start tersebut. Pada sistem NFPA 20 juga dilengkapi dengan fasilitas untuk conection ke BAS (Building Automatic System).

Pompa Hydrant

Pompa Hydrant digunakan ketika kebakaran terjadi di wilayah yang diproteksi dengan jaringan instalasi fire hydrant dan pompa utama yang bertenaga listrik dalam kerusakan atau gagal fungsi karena saat terjadi kebakaran listrik di area tersebut dipadamkan secara sengaja maupun tidak, sehingga supply air dari reservoir pada jaringan fire hydrant mati yang menyebabkan kebakaran tidak dapat dipadamkan. Saat itulah Pompa Hydrant on otomatis berdasarkan pressure switch. Pompa Hydrant terhubung dengan panel diesel stater yang mengatur untuk Pompa Hydrant bekerja otomatis.

Panel ini melakukan charging / pengisian aki (accu) dan berfungsi atau dinyalakan secara manual dengan menggunakan kunci stater pada diesel tersebut. untuk pengecekan agar Pompa Hydrant dapat berfungsi baik, dilakukan pemanasan rutin setiap minggunya dengan sebelumnya melakukan checking terhadap isi air accu, pendingin yang berupa air pada radiator serta pengecekan pelumas / oli yang ada pada mesin.

Standar Pemasangan pompa hydrant

Dalam instalasi pompa hydrant , kontraktor mengikuti acuan yang dikeluarkan oleh pemerintah di negara terkait. Seperti SNI 03-1745-2000 sebagai standar dalam tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Untuk rujukan Internasional bisa menggunakan Standar NFPA 20 (National Fire Protection Association) mengenai instalasi pompa sentrifugal. Standar ini selain sebagai acuan dalam instalasi pompa hydrant juga sebagai gambaran pola kerja.pompa hydrant

Sistem fire hydrant perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala, tes dan survei untuk membuktikan bahwa sistem hydrant dapat bekerja dengan baik. Sistem hydrant harus diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan bahwa alat-alat serta komponen pendukung lainnya dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk memenuhi tujuan utamanya yaitu keselamatan dalam memadamkan kebakaran.

Adapun hal-hal yang harus dilakukan pemeriksaan meliputi :
1. Tempat Penyimpanan Air
2. Pump Set
3. Pipa dan Valve
4. Hydrant Valve dan Coupling
5. Fire Hose dan Nozzle

Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka seluruh kriteria diatas harus dilakukan pengecekan secara rutin dan berkelanjutan agar sewaktu-waktu ditemukan keanehan atau kerusakan dapat segera ditanggulangi agar sistem hydrant dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ketika terjadinya ancaman bahaya kebakaran. Tempat penyimpanan air harus selalu dipastikan penuh dan bersih, pompa harus hidup secara otamatis dengan Tahapan pertama Jockey Pump kemudian Pompa Utama (Electrical Pump) serta Pompa Cadangan (Diesel Pump) apabila tidak adanya arus listrik.
Jaringan Pipa dan Valve tidak boleh terdapat kebocoran, Hydrant Valve dan Coupling berfungsi dengan baik serta selang pemancar dan Nozzle harus ada dalam Box agar sistem hydrant selalu siap digunakan kapan saja dibutuhkan. pompa hydrant

Pompa Hydrant Diesel adalah pompa pemadam kebakaran  menggunakan penggerak diesel dengan berbahan bakar solar . pompa hydrant itu sendiri ada berbagai macam merk antara lain :
1. Ebara , dengan lisensi jepang
2. Torishima , lisensi jepang
3. Grundfos , lisensi Denmark
4. KSB , lisensi Germany
5. CNP , lisensi China
6. Maxon , lisensi China
7. Equal , lisensi China
8. Paragon , lisensi USA
9. dll
untuk mesin diesel kami menggunakan merk antara lain :
1. Isuzu , lisensi jepang atau china
2. mitsubishi , lisensi jepang
3. Doosan Daewo , lisensi Korea
4. Clarke , lisensi USA
5. Forward , lisensi China
6. FAW Diesel Engine , lisensi China
7. Iveco Aifo , lisensi Italy
8. Cummin , lisensi China
9. dll
Pompa hydrant Diesel engine ini sudah teruji di berbagai macam proyek yang telah kami supply . antara lain kontraktor Jepang , Korea , China , Indonesia , USA , dll pompa hydrant

Segera Hubungi kami untuk mendapatkan harga terbaik dankualitas yang memuaskan \

Phone : 085814068688 / 081328059146

Pompa Hydrant

Pompa Hydrant kami terbaik dan berkualitas

Pompa Hydrant4 300x225 - SUPPLIER POMPA HYDRANT TERBAIK

Pompa Hydrant kami terbaik dan berkualitas

Jual Pompa Hydrant Jakarta

Jual Pompa Hydrant

Sistem Pompa Hydrant perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala, tes dan survei untuk membuktikan bahwa sistem hydrant dapat bekerja dengan baik. Sistem hydrant harus diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan bahwa alat-alat serta komponen pendukung lainnya dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk memenuhi tujuan utamanya yaitu keselamatan dalam memadamkan kebakaran.Jual Pompa Hydrant Lanjutkan membaca

Raja Hydrant – Jual Pompa Hydrant Berkualitas

Gambar

Pompa Hydrant

Pompa hydrant atau biasa dikenal dengan Fire Hydrant Pump , pompa ini di instalasi untuk mengatasi kebakaran yang ada di gedung , menanggulangi meluasnya kobaran api selama 45 menit sebelum dinas pemadam kebakaran ( plumbir ) datang .

pompa ini biasanya terdiri dari diesel hydrant , electric hydrant dan jockey pump . sistem pada panel pompa hydrant tersebut biasanya menggunakan 2 standar yaitu standar DPK DKI ( Dinas Pemadam Kebakaran Daerah Khusus Ibukota ) dan standar NFPA 20 ( Lembaga Independen untuk fire hydrant di AS ) .

Perbedaan dalam pompa hydrant diantara 2 standar tersebut adalah pada kemudahan pada saat terjadi kebakaran . Pada sistem NFPA 20 dilengkapi dengan EMERGENCY START pada control panel electric hydrantnya , apabila terjadi kebakarandan pada saat itu sistem panel sudah tidak berjalan tetapi masih ada arus pada jaringan maka pompa akan tetap dioperasikan , lain halnya dengan standar DPK DKI pompa sudah tidak akan bisa berjalan lagi karena emergency start tersebut . Pada sistem NFPA 20 juga dilengkapi dengan fasilitas untuk conection ke BAS ( Building Automatic System ) .

MATERI PEMADAM KEBAKARAN ( FIRE FIGHTING )

Definisi

Pompa Hydrant

Fire Fighting adalah merupakan suatu sistem proteksi gedung terhadap bahaya  kebakaran yang metode proteksinya menggunakan berbagai macam media, contohnya dengan menggunakan media air yang ditekan ke pipa instalasi hydrant dan sprinkler dengan menggunakan pompa hydrant. Dimulai dari ground tank dan rumah pompa sampai dengan ke titik sprinkler, landing valve Indoor Hydrant Box, dan Hydrant Pilar Kawasan Pompa Hydrant .

Pompa Hydrant Pengadaan, pemasangan dan penyetelan keseluruhan Sistem Penanggulangan Kebakaran direncanakan sedemikian rupa sehingga semua peralatan dan kelengkapannya dapat berfungsi secara efektif sesuai dengan standar memadamkan api Pompa Hydrant.

Pengadaan dan Pemasangan

Peralatan Utama Sistem Fire Hydrant meliputi :

Melengkapi pompa dengan priming water tank dan fuel tank lengkap dengan system pemipaannya.

Pemipaan dan Perangkat Operasionalnya (Valve, Flow Switch, dan perlengkapan lainnya).

STANDARD / REFERENSI

Pompa Hydrant semua peraturan dan standarisasi yang berlaku di Indonesia tanpa mengesampingkan standarisasi yang berlaku secara internasional. Diantaranya :

SNI                 : Standard Nasional Indonesia

PERDA            : Peraturan Daerah

NFPA                       : National Fire Protection Association.

PUIL                        : Peraturan Umum Instalasi Listrik

Peraturan Umum Plumbing Indonesia

American Standar Test of Material (ASTM)

American National Standard Institute (ANSI)

Departemen Keselamatan Kerja dan DPK Indonesia

SISTEM FIRE FIGHTING

Pompa Hydrant Sistem kerja Instalasi Pemadam Kebakaran pada gedung dan kawasan biasanya menggunakan media air yang ada di Ground Water Tank, yang dipompakan ke seluruh instalasi hydrant dan sprinkler melalui pipa-pipa induk sesuai dengan pembagian zona masing-masing Pompa Hydrant .

Jaringan instalasi hydrant dan sprinkler dipisahkan menjadi dua instalasi pemipaan khusus sesuai dengan fungsinya, yaitu :

Berikut akan dijelaskan mengenai kedua sistem tersebut sehingga akan lebih jelas dalam system pengoperasiannya.

Instalasi pemipaan hydrant adalah instalasi dimana di setiap lantai dari setiap gedung disediakan Hydrant Box lengkap dengan perlengkapannya, yaitu landing Valve Ø 2 ½”   1 ½”, Fire hose & Nozzle, Hose rack.

Sistem kerja Fire hydrant yang terpasang menggunakan sistem air, (media yang digunakan adalah air).  Instalasi pada sistem ini air stand by, sehingga apabila akan difungsikan harus mengadakan air dari ruang pompa dimana akan difungsikan dengan membuka Landing valve pada IHB tersebut.

Sedangkan untuk system hydrant eksternal disediakan Hydrant Pillar dan Siamese Connection yang tersebar di area site plant (kawasan).

Hydrant difungsikan dengan cara memasang Hose dan Nozzle dan membuka Valve Pillar.

Adapun Siamese Connection disediakan dengan maksud apabila air yang digunakan habis, maka team pemadam kebakaran dapat menyuntikkan air dari mobil ke instalasi hydrant yang ada atau karena pompa pemadam kebakaran tidak dapat di operasikan.

Instalasi sprinkler adalah instalasi dimana setiap lantai dari setiap gedung terdapat head sprinkler yang dilengkapi Flow Switch pada pipa induknya

Flow switch ini berfungsi sebagai detector. Bila head sprinkler pecah (break) mengakibatkan memancarnya air melalui sprinkler, air yang mengalir melalui pipa akan menggerakkan flow switch untuk mengirim signal ke System Fire Alarm untuk menyalakan alarm bell.

Sprinkler head akan bekerja (pecah) apabila terdapat konsentrasi panas melebihi 68ºC pada daerah dimana titik sprinkler head tersebut terpasang, setelah sprinkler head pecah secara otomatis, media air yang tertahan oleh head sprinkler akan dipancarkan melalui penampang head sprinkler untuk pemadaman api.

Pada Instalasi Sprinkler sebelum menuju ke mainline lantai juga biasanya terpasang Pressure Reducing Valve, yang dimaksudkan untuk menurunkan tekanan yang tinggi menjadi tekanan kerja, (batas maksimum kemampuan head sprinkler menahan tekanan).

Agar dapat mengoperasikan system dengan benar maka operator sangat dianjurkan untuk mengikuti langkah-langkah berikut :

Pengoperasian Pompa Kebakaran dianjurkan dilakukan secara Otomatis.

Fungsi Pompa Jockey Hydrant  adalah untuk menjaga tekanan air didalam sistim instalasi tetap stabil, sehingga apabila terjadi sedikit kebocoran pada pompa, valve dan perlengkapan lainnya dalam instalasi, maka Pompa Jockey akan mengembalikan pada tekanan yang di tentukan.

Mengingat fungsi dari Pompa Jockey sebagai pen-stabil tekanan dalam instalasi, maka sangat dianjurkan agar pengoperasiannya diatur secara otomatis.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Fungsi Pompa Elektrik Hydrant  adalah untuk memompa air dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant sprinkler jika terjadi kebakaran. Pompa electric harus dioperasikan secara otomatis.

Cara kerja Pompa Elektrik Hydrant  adalah sebagai berikut :

Fungsi Pompa Diesel Hydrant  adalah untuk memompa air dari dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant dan sprinkler jika terjadi kebakaran dan terjadi pemadaman listrik yang mengakibatkan electric pump tidak dapat difungsikan. Pompa Diesel Hydrant  harus dioperasikan secara otomatis.

Cara kerja Pompa Diesel Hydrant  adalah sebagai berikut :

Pengoperasian Pompa Kebakaran secara Manual.

Sistim Pompa kebakaran dianjurkan agar dioperasikan secara otomatis, sedangkan pengoperasian secara manual sebaiknya hanya dilakukan pada saat darurat saja (emergency) atau pada saat system AUTO tidak berfungsi sehingga tidak dapat menghidupkan pompa.

Cara mengoperasikan dengan cara manual adalah dengan cara menekan tombol push button MANUAL atau tombol ON pada panel control baik untuk electric pump, diesel pump maupun Jockey pump.

Untuk menjaga supaya setelah pompa pemadam kebakaran jalan, pompa dapat berjalan terus menerus melayani hydrant pada pipa tekan dibuatkan pipa bypass yang dilengkapi dengan relief valve, sehingga bila tekanan air dalam pipa mendekati 11 Kg/Cm2 relief valve akan terbuka (air dari relief valve akan dikembalikan ke pipa hisap atau tanki bawah) dan pompa pemadam kebakaran tidak akan mati atau berhenti bekerja.

Pressure Relief Valve distel terbuka pada tekanan air 10.5 Kg/Cm2.

Pressure Tank digunakan dalam instalasi hydrant pump dimaksudkan untuk mejaga kestabilan tekanan dari pompa hydrant, juga berfungsi untuk membuang udara yang terjebak dalam instalasi hydrant pump.

Alarm gong terdiri dari Valve dengan accessories pipa kapiler dan bell yang akan berfungsi dengan bantuan tekanan air yang mengalir dalam instalasi hydrant sprinkler.

Alarm gong lazim dipasang diruang pompa, biasanya pada riser (untuk type vertical). Bila ada yang terbuka dari dari system instalasi baik hydrant (landing valve yang dibuka) ataupun sprinkler yang pecah yang mengakibatkan terjadinya aliran pada pipa kapiler dari alarm tersebut yang lalu menggerakan bell dengan tenaga mekanis.

Perawatan

Untuk menjaga peralatan dan instalasi yang terpasang agar selalu dalam keadaan baik dan berfungsi, maka harus diadakan pemeriksaan dan perawatan secara periodic sesuai dengan peraturan.

Pemeriksaaan Secara Berkala/Periodik.

Perawatan pertiga bulan

Pada dasarnya perawatan pertigabulan ini sama dengan perawatan bulanan , hanya perlu ditekankan untuk melakukan pengetesan, yaitu :

Hal yang perlu dilakukan tiap tahun adalah memeriksa sistim instalasi secara menyeluruh dengan jalan sebagai berikut :

Fungsikan secara MANUAL/AUTO untuk membuang air yang ada pada jaringan instalasi sambil pompa tetap hidup, buka melalui Pillar Hydrant, Hydrant Box, dan Drain pada masing-masing flow switch di tiap-tiap gedung.

Hal ini bertujuan untuk :

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diambil dan dilakukan secara berurutan apablia ditemui masalah dalam system :

Motor tidak dapat dihidupkan, hal ini dapat disebabkan oleh :

Apabila sumber listrik sudah normal, motor distarter kembali, tetapi trip mendadak [thermal overload tripping]

Hal ini dapat disebabkab oleh :

Pompa berputar berlawanan arah jarum jam pada saat dimatikan.

Hal ini dapat disebabkan oleh;

Kapasitas pompa tidak stabil.

Hal ini dapat disebabkan oleh;

Pompa hidup, tetapi tidak ada air yang keluar

untuk lebih rinci tentang pompa hydrant  hubungi saya di 085814068688 / 081328059146

Pompa Hydrant

 

Raja Hydrant – Sistematika Kerja Pompa Hydrant CSM

pompa hydrant2 - Raja Hydrant - Sistematika Kerja Pompa Hydrant CSMPompa Hydrant

Pompa Pemadam Kebakaran atau Pompa Hydrant

Definisi

Pompa Hydrant Fire Fighting adalah merupakan suatu sistem proteksi gedung terhadap bahaya  kebakaran yang metode proteksinya menggunakan berbagai macam media, contohnya dengan menggunakan media air yang ditekan ke pipa instalasi hydrant dan sprinkler dengan menggunakan pompa hydrant. Dimulai dari ground tank dan rumah pompa sampai dengan ke titik sprinkler, landing valve Indoor Hydrant Box, dan Hydrant Pilar Kawasan Pompa Hydrant .

Pompa Hydrant Pengadaan, pemasangan dan penyetelan keseluruhan Sistem Penanggulangan Kebakaran direncanakan sedemikian rupa sehingga semua peralatan dan kelengkapannya dapat berfungsi secara efektif sesuai dengan standar memadamkan api Pompa Hydrant.

Pengadaan dan Pemasangan

Peralatan Utama Sistem Fire Hydrant meliputi :

Melengkapi pompa dengan priming water tank dan fuel tank lengkap dengan system pemipaannya.

Pemipaan dan Perangkat Operasionalnya (Valve, Flow Switch, dan perlengkapan lainnya).

STANDARD / REFERENSI

Pompa Hydrant semua peraturan dan standarisasi yang berlaku di Indonesia tanpa mengesampingkan standarisasi yang berlaku secara internasional. Diantaranya :

SNI                 : Standard Nasional Indonesia

PERDA            : Peraturan Daerah

NFPA                       : National Fire Protection Association.

PUIL                        : Peraturan Umum Instalasi Listrik

Peraturan Umum Plumbing Indonesia

American Standar Test of Material (ASTM)

American National Standard Institute (ANSI)

Departemen Keselamatan Kerja dan DPK Indonesia

SISTEM FIRE FIGHTING

Pompa Hydrant Sistem kerja Instalasi Pemadam Kebakaran pada gedung dan kawasan biasanya menggunakan media air yang ada di Ground Water Tank, yang dipompakan ke seluruh instalasi hydrant dan sprinkler melalui pipa-pipa induk sesuai dengan pembagian zona masing-masing Pompa Hydrant .

Jaringan instalasi hydrant dan sprinkler dipisahkan menjadi dua instalasi pemipaan khusus sesuai dengan fungsinya, yaitu :

Berikut akan dijelaskan mengenai kedua sistem tersebut sehingga akan lebih jelas dalam system pengoperasiannya.

Instalasi pemipaan hydrant adalah instalasi dimana di setiap lantai dari setiap gedung disediakan Hydrant Box lengkap dengan perlengkapannya, yaitu landing Valve Ø 2 ½”   1 ½”, Fire hose & Nozzle, Hose rack.

Sistem kerja Fire hydrant yang terpasang menggunakan sistem air, (media yang digunakan adalah air).  Instalasi pada sistem ini air stand by, sehingga apabila akan difungsikan harus mengadakan air dari ruang pompa dimana akan difungsikan dengan membuka Landing valve pada IHB tersebut.

Sedangkan untuk system hydrant eksternal disediakan Hydrant Pillar dan Siamese Connection yang tersebar di area site plant (kawasan).

Hydrant difungsikan dengan cara memasang Hose dan Nozzle dan membuka Valve Pillar.

Adapun Siamese Connection disediakan dengan maksud apabila air yang digunakan habis, maka team pemadam kebakaran dapat menyuntikkan air dari mobil ke instalasi hydrant yang ada atau karena pompa pemadam kebakaran tidak dapat di operasikan.

Instalasi sprinkler adalah instalasi dimana setiap lantai dari setiap gedung terdapat head sprinkler yang dilengkapi Flow Switch pada pipa induknya

Flow switch ini berfungsi sebagai detector. Bila head sprinkler pecah (break) mengakibatkan memancarnya air melalui sprinkler, air yang mengalir melalui pipa akan menggerakkan flow switch untuk mengirim signal ke System Fire Alarm untuk menyalakan alarm bell.

Sprinkler head akan bekerja (pecah) apabila terdapat konsentrasi panas melebihi 68ºC pada daerah dimana titik sprinkler head tersebut terpasang, setelah sprinkler head pecah secara otomatis, media air yang tertahan oleh head sprinkler akan dipancarkan melalui penampang head sprinkler untuk pemadaman api.

Pada Instalasi Sprinkler sebelum menuju ke mainline lantai juga biasanya terpasang Pressure Reducing Valve, yang dimaksudkan untuk menurunkan tekanan yang tinggi menjadi tekanan kerja, (batas maksimum kemampuan head sprinkler menahan tekanan).

Agar dapat mengoperasikan system dengan benar maka operator sangat dianjurkan untuk mengikuti langkah-langkah berikut :

Pengoperasian Pompa Kebakaran dianjurkan dilakukan secara Otomatis.

Fungsi Pompa Jockey Hydrant  adalah untuk menjaga tekanan air didalam sistim instalasi tetap stabil, sehingga apabila terjadi sedikit kebocoran pada pompa, valve dan perlengkapan lainnya dalam instalasi, maka Pompa Jockey akan mengembalikan pada tekanan yang di tentukan.

Mengingat fungsi dari Pompa Jockey sebagai pen-stabil tekanan dalam instalasi, maka sangat dianjurkan agar pengoperasiannya diatur secara otomatis.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Fungsi Pompa Elektrik Hydrant  adalah untuk memompa air dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant sprinkler jika terjadi kebakaran. Pompa electric harus dioperasikan secara otomatis.

Cara kerja Pompa Elektrik Hydrant  adalah sebagai berikut :

Fungsi Pompa Diesel Hydrant  adalah untuk memompa air dari dari Fire Tank ke seluruh instalasi hydrant dan sprinkler jika terjadi kebakaran dan terjadi pemadaman listrik yang mengakibatkan electric pump tidak dapat difungsikan. Pompa Diesel Hydrant  harus dioperasikan secara otomatis.

Cara kerja Pompa Diesel Hydrant  adalah sebagai berikut :

Pengoperasian Pompa Kebakaran secara Manual.

Sistim Pompa kebakaran dianjurkan agar dioperasikan secara otomatis, sedangkan pengoperasian secara manual sebaiknya hanya dilakukan pada saat darurat saja (emergency) atau pada saat system AUTO tidak berfungsi sehingga tidak dapat menghidupkan pompa.

Cara mengoperasikan dengan cara manual adalah dengan cara menekan tombol push button MANUAL atau tombol ON pada panel control baik untuk electric pump, diesel pump maupun Jockey pump.

Untuk menjaga supaya setelah pompa pemadam kebakaran jalan, pompa dapat berjalan terus menerus melayani hydrant pada pipa tekan dibuatkan pipa bypass yang dilengkapi dengan relief valve, sehingga bila tekanan air dalam pipa mendekati 11 Kg/Cm2 relief valve akan terbuka (air dari relief valve akan dikembalikan ke pipa hisap atau tanki bawah) dan pompa pemadam kebakaran tidak akan mati atau berhenti bekerja.

Pressure Relief Valve distel terbuka pada tekanan air 10.5 Kg/Cm2.

Pressure Tank digunakan dalam instalasi hydrant pump dimaksudkan untuk mejaga kestabilan tekanan dari pompa hydrant, juga berfungsi untuk membuang udara yang terjebak dalam instalasi hydrant pump.

Alarm gong terdiri dari Valve dengan accessories pipa kapiler dan bell yang akan berfungsi dengan bantuan tekanan air yang mengalir dalam instalasi hydrant sprinkler.

Alarm gong lazim dipasang diruang pompa, biasanya pada riser (untuk type vertical). Bila ada yang terbuka dari dari system instalasi baik hydrant (landing valve yang dibuka) ataupun sprinkler yang pecah yang mengakibatkan terjadinya aliran pada pipa kapiler dari alarm tersebut yang lalu menggerakan bell dengan tenaga mekanis.

Perawatan

Untuk menjaga peralatan dan instalasi yang terpasang agar selalu dalam keadaan baik dan berfungsi, maka harus diadakan pemeriksaan dan perawatan secara periodic sesuai dengan peraturan.

Pemeriksaaan Secara Berkala/Periodik.

Perawatan pertiga bulan

Pada dasarnya perawatan pertigabulan ini sama dengan perawatan bulanan , hanya perlu ditekankan untuk melakukan pengetesan, yaitu :

Hal yang perlu dilakukan tiap tahun adalah memeriksa sistim instalasi secara menyeluruh dengan jalan sebagai berikut :

Fungsikan secara MANUAL/AUTO untuk membuang air yang ada pada jaringan instalasi sambil pompa tetap hidup, buka melalui Pillar Hydrant, Hydrant Box, dan Drain pada masing-masing flow switch di tiap-tiap gedung.

Hal ini bertujuan untuk :

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diambil dan dilakukan secara berurutan apablia ditemui masalah dalam system :

Motor tidak dapat dihidupkan, hal ini dapat disebabkan oleh :

Apabila sumber listrik sudah normal, motor distarter kembali, tetapi trip mendadak [thermal overload tripping]

Hal ini dapat disebabkab oleh :

Pompa berputar berlawanan arah jarum jam pada saat dimatikan.

Hal ini dapat disebabkan oleh;

Kapasitas pompa tidak stabil.

Hal ini dapat disebabkan oleh;

Pompa hidup, tetapi tidak ada air yang keluar

untuk lebih rinci tentang pompa hydrant  hubungi saya di 085814068688 / 081328059146

Pompa Hydrant